Adat dan Kebudayaan yang masih kental di Aceh


Ababilnews.com - Peusijuk adalah sebuah acara adat yang ada di daerah bumi rencong yaitu tanah aceh darussalam, dan tradisi tersebut adalah sebuah acara ritual yang sudah turun-temurun dari masa nenek moyang bangsa aceh sampai sekarang masih dilestarikan, acara ini biasanya dilakukan pada saat akan melansungkan pernikahan, sunat rasul, pulang kerumah baru, dsb.  



Target yang dipeusijuk juga bukan pada manusia akan tetapi bisa juga ditujukan pada harta benda seperti: mobil, kendaraan, rumah, sepeda, dll. Tujuan acara ini semata-mata dilakukan untuk meminta keselamatan, keberkahan, ketentraman, dan penolak bala. 

Pada acara peusijuk ini biasanya dipersiapkan air dalam bejana yang sudah diramu dengan rempah-rempah bercampur dengan bunga-bunga yang, dan pada acara ini, biasanya orang atau benda yang dipeusijuk akan dibacakan do’a keselamatan dan keberkahan oleh sang teungku yang kemudian sambil membaca ayat-ayat suci al-qur’an sang teungku memercikkan air yang telah dipersiapkan tadi kepada benda atau manusia yang dipeusijuk tadi.

Top daboh adalah sebuah kesenian kebudayaan aceh. Top daboh ini tidak asing lagi dengan istilah kebal senjata tajam baik dipukulkan ataupun di hiris. Pada acara kesenian ini biasanya dimainkan musik rapai (Berupa gendang yang dibuat dari kulit lembu) yang dipukulkan dengan tangan dengan irama tertentu, dan orang yang melakukan top daboh ini biasanya membacakan do’a sebelum menghujamkan baik pedang maupun pisau ke badannya sendiri, tanpa ada rasa sakit, darah ataupun luka. 



Hal semacam ini diabad yang modern seperti sekarang masih sangat sulit dipercaya dengan akal sehat dan berbau mistis, biasanya mantra yang dibacakan ada yang berbau black magic dan ada yang aliran putih. Orang yang ingin melakukan top daboh biasanya meminta kepada penonton yang hadir untuk tidak menggangu dia, sehingga jika ada penonton yang ilmunya lebih kuat tidak menggangu jalannya kesenian tersebut, karna biasanya jika ada gangguan dari pihak luar pisau yang dihujamkan ke tubuh bisa melukai badan. 

Dalam acara top daboh tersebut dibacakan syair-syair dalam bahasa aceh sambil menabuhkan gendang. Dan orang yang tob daboh menari-nari diatas panggung sambil memainkan senjata tajam kebadannya sendiri dengan cara menusuk, mengiris dan lain sebagainya yang tujuannya adalah untuk menghibur penonton. Ini adalah sebuah kesenian rakyat aceh yang masih terpelihara sampai sekarang namun sudah agak mulai langka.



Belum ada Komentar untuk "Adat dan Kebudayaan yang masih kental di Aceh"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel